Diberdayakan oleh Blogger.

Nama Baik


posted by rahmat rahmatullah on

No comments



Dalam dua pekan ini, hal yang bergelayut dalam pikiran saya terkait ‘Nama Baik’. Jika Allah sudah berkehendak ‘Kun Fayakun’ untuk membuka aib seseorang, maka dalam waktu singkat akan jatuh sejatuh-jatuhnya. Setiap orang punya aib, besar atau kecil, tapi semua ada dalam genggaman dan kehendak Allah kapan waktu dibukanya, cepat atau lambat, saat masih menjadi manusia biasa atau sudah memiliki kedudukan dan popularitas, atau memang selama di dunia Allah tutup rapat aib itu hingga tiba masa penghakiman di akhirat.

Dua tokoh besar satu motivator dan satu penyelenggara negara, dalam pandangan kita, mereka hidup tanpa cela, selalu positif bahkan senantiasa menggaungkan kalimat baik, namun entah mungkin aibnya sedang dibukakan, atau diuji ketahanan mata hatinya untuk mengungkapkan sebenar-benarnya apa yang sesungguhnya terjadi pada mereka. Karena memang hanya hati mereka dan Allah yang tahu sesungguhnya apa yang sedang mereka lalui dan bagaimana menyikapinya.

Kedua tokoh sedang masa puncaknya, sedang harum namanya, sedang menjadi panutan. Proses membangun nama baik, karir hingga finansial amatlah lama, berliku-liku dan berdarah-darah, namun dalam waktu singkat jika Allah berkehendak jatuh, maka jatuhlah, hanya persoalan waktu saja kapan ditetapkan mendapatkan badai ujian tersebut. Dan disitulah letak kebesaran hati seseorang apakah menjalani dengan aturan Allah atau melawan dengan segala kebohongan disertai kepongahan.

Bagaimana dengan kita, kelak akan ada waktunya Allah uji dibukakan aib, namun sampai dengan detik ini kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki segala dosa kita, jika memang kita mencuri maka kita kembalikan sekarang, jika kita  menyakiti maka meminta permohonan maaf, jika perangai dan ahlak kita buruk maka cepat-cepat diperbaiki, jika ujiannya wanita maka jauhi wanita itu, jika ujiannya harta haram, maka cari yang halal dan terbentang aneka kesempatan untuk kita perbaiki segala dosa dan kekurangan agar tidak menjadi aib besar yang kelak Allah bukakan.

Ujian yang diberikan kepada orang lain sepatutnya menjadi cerminan dan juga cambukan bagi kita, bisa jadi hari ini kita menggunjingkan mereka, tidak tahunya besok kita yang dipergilirkan digunjingkan sedunia.

Itulah nama baik, jatuh bangun, banting tulang, dan anaka upaya ditempuh untuk pada satu titik kita harum dimata orang lain. Namun jika sudah Allah bukakan wajah asli kita, maka tidak ada daya upaya kita untuk menutupi segala rupa buruk kita. Semoga langkah hidup kita sesuai dengan ajaran kanjeng Nabi Muhammad, biar hidup aman damai sentosa.***

Sketsa