Diberdayakan oleh Blogger.

Tegar Anak Muda Kekinian


posted by rahmat rahmatullah on

No comments



Ini kisah nyata tentang anak tetangga yang namanya saya rubah sedikit hehe… Kenapa saya ceritakan, berharap bisa menginsipirasi anak muda lainnya, agar bisa mengukur diri.

Boleh dibilang orang tua tegar sukses dalam usaha warungannya, namanya warung di perumahan, tentunya memenuhi kebutuhan warga sekitar, mulai dari kelontongan hingga sayuran. Memang Warung orang tua tegar menjadi warung favorit di perumahan kami karena harganya miring. Berdasarkan indikator sukses sudah Nampak, dimana tahun lalu Ayah tegar membeli Mobil Avan*a, bangunan warungnya permanen dan luas rumah juga melebihi satu kapling.

Namun hal menarik senantiasa saya saksikan, saat saya berangkat shalat subuh ke Mushalla, biasanya ayah tegar pulang dari pasar dan warungpun sudah buka, terlihat Ibu, tegar dan adiknya menata sayur dan seluruh barang dagangan. Sedari subuh pembeli juga mulai berdatangan, bisanya tetangga kalau belanja agak siang hawatir kehabisan sayuran dan lauk pauk. Namun hal yang saya amati, urusan warung bukanlah urusan orang tua tegar, melainkan urusan bersama satu keluarga tersebut.

Hal yang menarik saya saksikan, tegar jauh dari tipikal anak kekinian yang pandai bergaul, hobi kongkow, ngopi-ngopi, mainin gadget, ngelayap pake kendaraan orang tua, dan aneka ukuran anak modern lainnya. Boleh dibilang dia anak  rumahan, kegiatan hariannya membantu orang tuanya menunggui warung, karena memang baru lulus SMA, jadi full seharian diwarung.

Beberapa bulan lalu, saat akan shalat subuh saya melihat Tegar dan ayahnya menata sayuran diatas sepeda motor, karena saya terburu-buru hanya sekedar menyapa, dalam pikiran saya, itu mungkin sedang menata sayuran buat tukang sayur keliling. Namun saya kaget ketika mendengar cerita tetangga yang saban hari didatangi Ayah Tegar, yang Curhat menceritakan kelakuan tegar yang ‘tidak kekinian’. Ayahnya merasa heran Kok tegar gak mau main kaya anak tetangga, maunya di rumah saja bantu-bantu nungguin warung, disuruh kuliah juga kayak yang kurang semangat, kemarin malah minta saya bikinin rangka kayu untuk jualan sayur di motor, tegar katanya pengen jualan sayur keliling. Tetangga bercerita ia merespon takjub dan malah mendukung usaha tegar. Hanya tetangga mengarahkan agar disamping tegar berjualan sayur keliling, untuk merespon tuntutan zaman, tegar harus kuliah.

Dan kini Tegar menjadi penjual sayur keliling yang juga berstatus mahasiswa. Hal yang menjadi catatan adalah Tegar menjadi Tukang sayur bukan karena himpitan ekonomi, karena orang tuanya boleh disebut sangat mampu, bukan juga karena paksaan atau suruhan orang tua, namun karena sesungguhnya Tegar sedang mempersiapkan hidup sesungguhnya. Disaat anak muda seusianya masih tidur disiang bolong, menghayal, sibuk maen Pokemon Go, mengintimidasi orang tua agar membelikan gadget, motor atau mobil baru, atau disaat mahasiswa baru memikirkan hidup sesungguhnya selepas mengenakan toga.

Inilah Tegar si Anak Kekinian, yang sudah hidup mandiri.

Sketsa