Diberdayakan oleh Blogger.

Bermula di Pramuka


posted by rahmat rahmatullah

No comments



Jika melirik foto disamping, saya merasa sepanjang saya memiliki foto, foto itulah yang tergagah. Mengenakan seragam coklat, berkacu merah putih, Berpangkat Rakit, memasang SKK sebagai tanda kekuhususan kecakapan, ber logo Regu Paksi, berambalan Jagaraksa mewujud pada riwayat pahlawan pujangga di wilayah kami, dan saking fanatis-nya, diakhir nama kami menggunakan singkatan PS (Paksi) bukan mobil-PS. Begitulah rasa bangganya sebagai anak pramuka, ditambah saking ingin kerennya sampai ngangsur baret woll yang disebut baret jayawijaya, karena gagah rasanya jika hinggap di kepala kami .
Bagi saya rasa bangga pada saaat itu dan kini bukan pada aspek pakaian dan simbol kecakapan semata, melainkan pramuka bagi saya adalah awal belajar ‘sikap’ yang meliputi kepemimpinan, rasa tanggungjawab, berani berbuat, mengambil keputusan, tenggang rasa, kerjasama dan aspek dasar-dasar kehidupan lainnya. Bagi saya awal berorganisasi adalah Pramuka, khususnya ilmu kepemimpinan.

Kebetulan pramuka di-andalan kami memang memiliki instruktur-instruktur hebat yang merupakan guru-guru kami, guru sesungguhnya yang mengajarkan hakikat pramuka sebagaitanda terimakasih saya sebutkan Bapak Uri Rahmawiana, Pak Dadan, Bu Endang, dan kakak-kakak tingkat saat itu. Karena kami berlatih terprogram sepanjang tahun, bukan berlatih hanya pada saat akan perlombaan saja. Jika orang lain belajar membuat dan merancang program di organisasi tingkat SMA atau kampus, sedari ikut Pramuka di SMP dengan jabatan sebagai ketua Bidang Giat Operasional saya diamanahkan merancang latihan pramuka dalam satu tahun, apasaja yang akan dilaksankan pada saat latihan tiap hari jumat dibidang itulah kami rancang. 

Disaat orang-orang kini belajar atau kursus public speaking dengan bayar mahal, saat berpangkat rakit (SMP kelas 2) kami justru mempraktikan berbicara di depan umum, dengan menjadi instruktur atau materi didahapan adik-adik kelas kami, bergantian setiap jumat sebagaimana jadwal yang telah kami susun. Kematangan psikologis kami sebagai pemimpin dilatih dengan menjadi  penguji kecakapan umum dan khusus, karena setelah berpangkat rakit kamilah yang menguji kecakapan adik kelas kami.

Kebetulan kematangan kepemimpinan saya rasakan sejak dipercaya menjadi ketua regu “Paksi Rimba”, ketika itu regu kami begitu disegani, karena menjadi juara lomba penggalang se-Banten (masih Provinsi Jawa Barat) dan saya terpilih sebagai ketua regu terbaik. Dalam level Provinsi Jawa Barat waktu itu, kami membuka sejarah jika wilayah yang kami wakili yaitu Kabupaten Pandeglang bias mencapai prestasi sebagai juara  ke-2 Lomba Tingkat IV (LT-IV) tingkat Jawa Barat. Baru kami yang membuka lembaran sejarah menjuarai level Provinsi, padahal waktu itu Kabupaten Pandeglang dipandang sebelah mata, tidak diperhitungkan kabupaten manapun, malah berhasil menggeser kabupaten Kota favorit seperti Bandung, Bogor, Cianjur, Depok dll. Padahal kala itu kami sadar jika sepatu PDL yang kami kenakan pinjaman atau bekas tentara, bahan baju yang kami kenakan yang terlusuh, jika yang lain sudah menggunakan sepatu Prama, bahan baju drlil, kami masih menggunakan baju panateks dan meminjam sepatu tentara.

Cerita diatas hanyalah potongan dari untaian panjang pengalaman pramuka penggalang (SMP) yang begitu mendalam, memori saya rasanya masih mengingat semua yang saya rasakan saat itu.  Itu terjadi karena ilmu ‘sikap’ yang saya terapkan kini, saya dapatkan saat Pramuka Penggalang. Rasa malu jika ingkar janji, disiplin waktu, berbicara didepan umum, berani memutuskan saat genting, Percaya Diri, empati, dll. Nilai itulah yang saya terapkan hingga kini. Bahkan keberanian saya untuk survive bekerja di pedalaman Kalimantan beberapa tahun lalu diasah karena ujian pengembaraan 2 hari 2 malam hanya untuk mendapatkan TKK berlogo kaki saat penggalang.

Singkat kata saya ucapkan terimakasih dan “Selamat Hari Pramuka” saya yakin jika hakikat Pramuka dihidupkan sebagaimana zaman saya SMP akan lahir anak-anak hebat yang memiliki kebeningan hati dan sikap yang unggul.***

Sketsa