Diberdayakan oleh Blogger.

Penipuan SMS


posted by rahmat rahmatullah

No comments



Kemarin merupakan musibah bagi  rekan dan saya, terkait transfer uang. Begini ceritanya, dalam satu bulan kebelakang saya sedang mengerjakan satu kajian kepuasan penerima manfaat program CSR suatu perusahaan di Jawa Timur. Dan dalam pekan ini pekerjaan sudah 50%, rekan menjanjikan akan mentransfer honor hari rabu. Intens kami berkomunikasi via sms terkait rencana transfer, termasuk saya kirimkan dua nomor rekening. Dalam hitungan detik masuk sms dari nomor tidak dikenal (087724694449) ke HP saya yang isinya “Maaf, nanti sebelum di transfer telepon dulu ke nomor baru saya ini, 0818218439, tks”.  

Dalam pikiran yang sedang bergelut mengenai rencana rekan yang akan transfer saya sempat terpancing untuk menelepon nomor tersebut, karena saya kira itu nomor rekan. Namun saya urungkan karena istri menyarankan coba konfirmasi. Akhirnya saya konfirmasi via sms ke nomor rekan dan menjawabnya “bukan”. Hari rabu pasca saya konfirmasi kami tidak berkomunikasi, dan karena satu lain hal, rekan batal mentransfer di hari rabu.

Esoknya (Kamis), HP baru saya aktifkan jam 7 pagi, karena HP menggunakan dua kartu CDMA dan GSM, agar irit baterai saya harus menonaktifkan yang CDMA, dan entah kebetulan HP hang dan berulang kali copot pasang baterai, pada akhirnya sekitar jam 9 HP baru aktif normal. Saat aktif tersebut ada sms masuk dari operator yang menginformasikan jika nomor rekan saya menghubungi , mengkonfirmasi jika nomor rekening yang saya kirim benar, saya jawab “benar kirm saja ke salah satu norek”. Sekitar jam 9, rekan tersebut telfon dan memberitahu meminta saya mengecek rekening dan uang sudah ditransfer atas nama Jeni Sucianti. Saya kaget dan langsung bilang jika kedua rekening atas nama saya, bukan Jeni. Dan rekan langsung bilang jika ia ketipu salah kirim nomor rekening.

Usut punya usut rupanya sejak hp saya tidak aktif rekan berkali-kali menghubungi untuk mengkonfirmasi dan gagal. Saat beliau sms memastikan nomor rekening dan menunggu saya menjawab, rupanya ada sms masuk dengan bunyi yang sama saya terima kemarinnya, isinya “Maaf, nanti sebelum di transfer telepon dulu ke nomor baru saya ini, 0818218439, tks”, rupanya rekan meyakini jika sms tersebut dari saya kemudian men-save nomor di sms tersebut dengan memberikan nama saya, kemudian menghubungi nomor tersebut. Saat menghubungi rekan bercerita jika yang menerima sangat mirip suara saya dengan intonasi yang sama, gaya yang sama, dan diakhir obrolan minta ganti nomor rekening bukan atas nama saya melainkan AN Jeni Sucianti rek mandiri 9000013613733. Wallahu alam mungkin faktor hipnotis rekan saya menuruti, kemudian mentransfer ke nomor tersebut.

Setelah mentransfer baru bisa menghubungi nomor saya dan mengkonfirmasi jika sudah transfer ke rekening atas nama Jeni. saya sampaikan jika beliau tertipu dan mungkin terkena unsur hipnotis, setelah kami berhenti telpon, beliau bercerita tiba-tiba sang penipu menghubungi agar melakukan pembayaran termin kedua hari itu juga. Rekan saya hanya bisa menjawab “Sudah tahu kalau kamu menipu”. Entah informasi darimana kok penipu tahu jika pembayaran akan dilakukan dua termin.

Dari kejadian yang menimpa rekan dan saya, dalam benak saya kok kejahatan ini begitu canggih dan hebat. Ada unsur ia memahami psikologis korban yang akan melakukan transfer, dan ia bisa menyaru menjadi orang lain yang sangat mirip segala tutur katanya, rekan bercerita semua intonasi suara mirip dan tenang yang membedakan hanya satu “kok Mas Rahmat nafsu uang gak biasanya”. Unsur lain apakah ada proses  ia menyadap pembicaraan telepon dan sms, sehingga penipu tahu alur pembicaraan/ pikiran kami, jika pembayaran akan dilakukan dua termin dan seolah memahami apa yang sedang kami kerjakan. Apakah mungkin ada rekan bisa sharing terkait hal ini? Pada akhirnya rekan dan saya hanya bisa pasrah, mau lapor polisi juga sudah tidak yakin uang akan kembali. Pada akhirnya rekan dan saya mencoba bersabar jika ini adalah musibah dan ujian sabar, disaat kami jungkir balik menjemput rizki.

Ah, kenapa saya tuliskan di ranah publik, agar pembaca lebih berhati-hati dalam berkomunikasi terkait transaksi, transfer atau hal lainnya terkait uang. Teknologi memang canggih tapi belum tentu bisa menjamin keamanan. Jikapun berkomunikasi upayakan agar tetap fokus, tapi siapa juga yang bisa menjamin jika HP akan hang, gangguan sinyal, orang menggunakan hipnotis/ gendam. Namanya juga penipu, mereka teramat pintar.  Semoga tidak terjadi pada pembaca, tetap berhati-hati***

Sketsa