Diberdayakan oleh Blogger.

LUPA STATUS


posted by rahmat rahmatullah

No comments



Pernahkah kita lupa status? Saya yakin setiap kita pernah lupa akan status, sebagaimana yang dialami oleh Bu Menteri Susi Pudjiastuti. Sederhana sebetulnya pasca beliau dilantik menjadia Menteri, lalu diwawancarai wartawan, respon tidak sadarnya mengeluarkan rokok lalu menyulutnya dihadapan wartawan. Banyak yang menanyakan ke saya terkait sikap Bu Susi, saya hanya menjawab beliau lupa jika sudah beralih status menjadi menteri.

Bu Susi hanya satu contoh dari banyaknya gambaran seseorang yang lupa akan statusnya. Mungkin kita pernah sedikit belajar ilmu perilaku, bahwa sikap seseorang adalah cermin dari kebiasaan yang kita lakukan sepanjang hidup kita, yang diwarnai oleh lingkungan dimana kita berada. Kemudian norma dan nilailah yang membatasi kepantasan sikap kita.

Jika lupa, maka akan ingat. Sebagaimana dialami Bu Susi, setelah digempur berita, saya yakin beliau akan ingat akan status barunya sebagai Menteri yang segala laku dan katanya jadi cerminan dan tuntunan masyarakat. Bahkan saya yakin perilaku beliau akan berubah menjadi lebih baik setelah menjadi menteri.

Saya sepakat akan perlunya kontrol sosial terkait perilaku seseorang, tujuannya agar perilaku tersebut seiring dengan norma dan nilai yang dianut oleh masyarakat pada umumnya, sebagaimana kontrol yang dilakukan media dan masyarakat terhadap sikap perilaku Bu Susi. Namun apa jadinya jika kontrol yang dilakukan berlebihan, disertai aneka bumbu yang tidak berhubungan dengan pokok perkara perilaku yang disorot, yang pada akhirnya bukan menjadi kontrol yang merubah perilaku, malah membunuh karakter seseorang. Beruntung jika orang tersebut menerima kontrol yang ada, bagaimana jika ia menolak label yang disematkan dengan reaksi yang tidak diinginkan.

Sketsa