Diberdayakan oleh Blogger.

Tempat Penitipan Anak (TPA) di Perkebunan Kelapa Sawit


posted by rahmat rahmatullah on ,

No comments


Dua tahun lalu ketika bekerja sebagai CSR Assistant pada salah satu perusahaan Palm Oil di Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu bentuk CSR internal, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan keluarga karywan/ buruh, saya mencoba membuat desain TPA sederhana, dengan biaya murah yang secara tidak langsung berdampak pada loyalitas dan kinerja karywan. Semoga desain ringkas ini bisa digunakan di tempat lain...
Pengantar
Dalam sebuah perusahaan, karyawan memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan kesuksesan perusahaan. Dalam sebuah filosofi, kesuksesan perusahaan adalah akumulasi kesuksesan dari pribadi yang ada di dalamnya dan sebaliknya kegagalan sebuah perusahaan tergantung bagaimana kontribusi kegagalan individu yang ada di dalamnya. Dalam konsep ekonomi terkenal istilah 4 M atau Man , Method, Modal, Material. Salah satu aspek terpenting adalah karyawan yang bekerja di dalamnya.
Bagi karyawan, untuk mencapai sebuah etos dalam bekerja membutuhkan aspek keamanan dan kesejahteraan, yang di dalamnya terwujud keseimbangan antara hak dan kewajiban. Sudah menjadi kodrat manusia, dimana ia akan mengerjakan sesuatu dan menghasilkan nilai maksimal ketika ia berada pada sebuah titik kesejahteraan. Kesejahteraan merupakan sebuah keaadan dimana harmonisasi berjalan, ketika seseorang bekerja seluruh pikiran, jiwa dan raganya terkonsentrasi pada pekerjaan, tidak terganggu akan kekhawatiran mengenai kondisi keluarga. Seorang karyawan memiliki kebutuhan yang sederhana yaitu terpenuhinya kebutuhan ekonomi, bisa bekerja dengan nyaman, dan jika memiliki anak, maka anak tersebut dapat bermain dan belajar dilingkungan perusahaan dengan aman, termasuk pada saat oang tua bekerja.

Berangkat dari kondisi tersebut, agar terbangunnya etos kerja yang maksimal diperlukan konsentrasi  dalam menjalankan pekerjaan. Begitupula perlu dukungan bagi karyawan yang sudah berumah tangga agar tidak terbagi pikirannya kepada keamanan dan kenyamanan anak selama mereka tinggalkan bekerja, dan untuk meningkatkan penghasilan adalah dengan melibatkan istri dalam bekerja. Oleh karena itu diperlukannya sebuah sarana dimana orang tua bisa menitipkan anaknya pada sebuah tempat yang mana mereka bisa percaya selama mereka tinggalkan bekerja, tempat yang menyenangkan bagi anak, merasa terhibur dan anak tersebut akan selalu merasa rindu dengan aktivitas di tempat penitipan tersebut, karena tidak mereka dapatkan di rumah.
Tempat Penitipan Anak (TPA) menjadi sangat penting, ketika populasi anak dalam sebuah barak karyawan usia pra sekolah sudah lebih dari 20 orang, dan jika dibiarkan , tidak dibina, didik, difasilitasi dalam bermain, dikhawatirkan akan melakukan aktivitas beresiko, berbahaya dan menganggu aktivitas produktif perusahaaan. Sesuai dengan kebutuhan tersebut diajukanlah estimasi kebutuhan, program dan anggaran untuk terwujdunya TPA yang ideal.
Landasan
1.  Perlunya orang tua fokus dalam menjalankan pekerjaannya, dan tidak hawatir dengan kondisi anak selama ditinggalkan bekerja.
2.      Anak usia pra sekolah bisa aman dan nyaman beraktivitas; bermain sambil belajar, selama ditinggalkan orang tuanya bekerja.
3. Tidak terganggunya fasilitas atau aset perusahaan, terantisipasinya musibah yang kemungkinan diakibatkan oleh kelalaian atau tidak terpantauya katifitas anak selama ditinggalkan bekerja.
Kebutuhan
-        Perlunya dipetakan jumlah anak berdasarkan range usia, sehingga akan diketahui apa yang menjadi kebutuhan anak selama ditinggal aktivitas bekerja orang tuanya.
-   Dibutuhkannya pendamping anak yang disiplin, mencintai anak, memiliki pengetahuan mengenai perkembangan anak, memahamai konsep permainan dan pendidikan bagi anak usia pra sekolah, kreatif dan inovatif dalam mendampingi anak dan diutamakan berpengalaman dalam mengasuh anak. Perbandingan antara pendamping anak dan jumlah anak adalah 1:10.
-          Perlunya kebutuhan fisik dasar bagi fasilitas Tempat Penitipan Anak.

Metodologi:
-        Metode yang diterapkan dalam TPA ini adalah membuat anak merasa nyaman di TPA, aman, betah, terawat, dan terdidik.
-        Metode pendampingan adalah dengan memberikan permainan yang sifatnya kreatif, dalam upaya merangsang perkembangan anak.
-     Selama di TPA ditanamkan nilai-nilai: Agama, sopan santun, budaya, rasa cinta terhadap perusahaan tempat orang tuanya bekerja.
-      Mendidik dengan bercerita, bernyanyi, belajar menulis, menggambar. Disesuaikan dengan fasilitas yang ada.
-    Untuk perkembangan kesehatan anak diberikan makanan tambahan secara regular, dan diupayakan terjalin hubungan kerjasama dengan Posyandu Desa Mangkalapi berkaitan dengan jadwal imunisasi.
Sub kebutuhan
1.       Kriteria Pendamping Anak (PA)
-          Memiliki pengalaman dalam mengasuh anak
-          Pendidikan minimal SMP
-          Mencintai anak, tidak panik dan tidak mudah emosi
-          Disiplin, mencintai kebersihan
-          Memiliki pengetahuan perkembangan anak dan asupan gizi anak dan kesehatan anak
-        Kreatif dan inovatif dalam mendampingi anak dan mampu mencari solusi dalam menghadapi permasalahan anak-anak
-          Pendamping anak lolos tes Psikologi dan wawancara
2.       Kriteria Usia Anak
-          Bayi usia  6- 12 bulan
-          Balita 1-1,5 tahun
-          Balita 1,5-2 tahun
-          Balita 2-3 tahun
-          Balita 3-4 tahun
-          Balita 4-5 tahun

Leave a Reply

Sketsa