Diberdayakan oleh Blogger.

Menutup Tahun Man Jadda Wa Jadda


posted by rahmat rahmatullah on

1 comment



Hamdulillah…hanya kata itu yang bisa terucap sebagai penanda syukur atas nikmat yang tiada terkira. Tahun 2011 saya anggap sebagai tahun man jadda wa jadda, dimana setitik ikhtiar pasti ada bekas, apalagi melakukan ikhtiar besar, dampaknya jauh lebih besar. Satu keyakinan yang saya pupuk bahwa tiada ikhtiar yang tidak berbuah.
Banyak hal yang terjadi di tahun 2011 yang rupanya merupakan kekuatan tiga aspek, mimpi, doa dan ikhtiar. Di akhir bulan Juni tanpa mengeluarkan satu rupiah-pun bisa menerbitkan buku tentang best practice CSR (Corporate Social Responsibility), yang dijual di seluruh took buku besar di Indonesia. Padamulanya bagi saya nama terpampang di cover buku dan pada display toko buku  besar hanyalah hayalan belaka, namun ternyata Allah memperkenankan saya berbagi titipan ilmu melalui media yang lebih luas..
Tidak dinyana dibalik doa-doa untuk mendapatkan jodoh terbaik, rupanya Allah ‘memberikan’ jodoh bagi saya atas prakarsa sahabat kuliah. Dalam harapan saya, ingin Allah dianugerahkan istri yang terjaga pakaiannya, bersahaja, siap hidup bersama dengan segala keterbatasan. Rupanya  kembali Allah perkenankan melangsungkan pernikahan di pertengahan bulan Juli. Termasuk satu langkah berani saya tempuh, ketika meminta istri berhenti bekerja untuk menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT), padahal dalam posisinya terakhir penghasilannya dua kali lipat dibanding saya yang masih CPNS. Namun rupanya keyakinan bahwa Allah mencukupi rizki memang terbukti, dengan segala keterbatasan rupanya ada kenikmatan besar atas dasar syukur. Dan hamdulillah di tahun 2011 istri mengandung, dan kini telah menginjak usia 3 bulan, buah kasih sayang kami .
Hal besar lain yang Allah perkenankan, tepat pekan terakhir di bulan desember 2011, Allah perkenankan saya menuntaskan sidang tesis. Hal yang pada awalnya saya anggap tidak mungkin, Karena dalam waktu yang sama harus membagi pikiran pada 3 atau lebih pekerjaan, mulai dari pekerjaan kantor, mengajar dan menuntaskan tesis. Terlebih jarak antara serang-depok memerlukan waktu tempuh yang cukup.
Pada akhirnya tidak ada hal yang tidak mungkin, bulan September saya sempat akan “angkat tangan”, mem-pending urusan tesis…karena harus membagi waktu menemui informan, bekerja di kantor dan mengajar agar dapat rizki untum memenuhi kebutuhan ongkos serang-depok. Rupanya menyerah hanyalah menunda masalah sementara, yang semakin ditunda ternyata semakin terus merongrong. Pada akhirnya saya yakin Allah tidak tidur, senantiasa memberikan kekuatan tiada terkira pada hamba-Nya yang berusaha. Rupanya memang benar, semua hal yang saya anggap tidak mungkin, rupanya mampu saya kerjakan, penelitian lapangan tuntas, pekerjaan kantor tuntas, dan mengajar tuntas. Walaupun sebelum sidang harus bed rest akibat kelelahan.
Hamdulillah akhir pencapaian perjuangan tanggal 29 Desember menunaikan sidang, dan diberikan kelancaran dan dinyatakan lulus. Alangkah bahagia ketika Saya  bisa menuntaskan kuliah sesuai target lembaga pemberi beasiswa. Dan pada akhirnya bisa memulai hal-hal baru di tahun 2012, semoga Allah senantiasa menganugerahkan ‘pendampingan’ dan kemudahan.
Tulisan ini hanyalah ungkapan syukur dan pengalaman yang kian menambah keyakinan saya, bahwa sekecil apapun usaha pasti ada hasilnya, apalagi jika melakukan usaha-usaha besar, maka aka nada juga lompatan-lompatan besar. Dan satu jaminan bahwa memang benar, Allah senantiasa membantu segala niat baik.***

1 comment

  1. Zaljef

Leave a Reply

Sketsa