Diberdayakan oleh Blogger.

Foto Kemiskinan


posted by rahmat rahmatullah on

3 comments



Jika melihat foto diatas, teringat perjuangan 7 (tujuh) tahun lalu mengelola program tangungjawab sosial perusahaan/ CSR pada satu perusahaan PMA Kelapa sawit di pedalaman Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kecamatan Kusan Hulu, Desa Mangkalapi.

Foto ini saya dapat saat melakukan tahapan awal yang paling krusial yakni kajian kebutuhan, lebih populernya disebut assessment sebagai dasar dalam menentukan program/ kegiatan CSR perusahaan. Persisnya foto tersebut saya ambil saat pamit pulang setelah berkunjung ngobrol dengan keluarga tersebut. Ah sangat sedih jika menceritakan isi rumah dan bagaimana kondisi keluarga, saking sedihnya sengaja saya abadikan alami tanpa mengatur objek foto denan HP sony erikson lawas. Walaupun kemiskinan di kampung insyAllah lebih ringan daripada miskin di Kota, mereka masih bisa nyari ikan di sungai dan mencari sumber makanan di kebun atau hutan. Namun entah dengan semakin berkembangnya laju perluasan perkebunan sawit apakah rumah keluarga ini masih ada, jikapun ada apakah juga nasibnya menjadi lebih sejahtera sebagai dampak manfaat adanya perkebunan sawit.

Saya memang tidak khatam mengelola CSR di perusahaan tersebut, kalau tidak salah kurang dua tahun karena panggilan lanjut sekolah. Hanya memori ini masih kuat jika  bekerja pada saat itu fase kritis dan menentukan yakni land development. Kalau mereka yang bekerja di dunia CD/ CSR bilang tahapan terberat mengelola hubungan perusahaan dengan masyarakat adalah pada fase land development, karena kantor dan tempat tinggal masih numpang dengan warga, belum mulai produksi, masih membebaskan lahan, dan aneka kompleksitas persoalan harus dihadapi, termasuk urusannya dengan ‘nyawa’.

Kembali terkait foto diatas, saya kaget ketika mendapati foto tersebut berseliweran diinternet, coba googling “kemiskinan” atau “kemiskinan kultural” atau kata kunci “miskin”. memang saya posting pertamakali dalam blog tanggal 8 April 2010 dengan tautan http://www.rahmatullah.net/2010/04/kemiskinan-kultural-buah-dari.html. Dalam beberapa artikel bertopik kemiskinan,ada beberapa diantaranya menggunakan foto tersebut sebagai menguatkan artikel/ tulisan. Memang dunia internet lintas batas dan bebas, foto milik siapa, digunakan  siapapun dan untuk apapun tidak ada yang bisa membatasi. Hanya hati kecil saya berkata wah foto yang pernah saya bidik sudah tersebar luas tanpa pernah pamit. Hanya doa terhatur, semoga keluarga ini sudah berubah, anak-anak dan ibunya minimal berbaju, dengan adanya perkebunan kelapa sawit terdampak turut sejahtera.***

3 comments

Leave a Reply

Sketsa