Diberdayakan oleh Blogger.

Aiman dan 4 Bintang


posted by rahmat rahmatullah on

No comments



Alhamdulillah hari ini 3 juli 2016 atau tanggal 4 bulan Ramdhan 1437 H, Aiman menginjak usia 4 tahun. Tak terasa Allah telah menitipkan amanah terbesar dalam kehidupan kami. Tidak ada tiup lilin, tidak ada kado, hal yang kami berikan kepadanya hanyalah doa yang tak henti tertutur, diikuti rasa syukur, serta sebisa-bisa menjadi orang tua yang mampu memberikan contoh yang baik.

4 Tahun dan 4 Bintang
Dalam satu kesempatan setelah shalat di Masjid, ia bilang “Abi, Aiman pengen dapat piala juara shalat, yang gambar di pialanya orang lagi shalat” dan saya berjanji akan memberinya piala shalat, entah darimana asalnya Aiman bilang ‘piala shalat’. Tapi memang Alhamdulillah kini shalat wajibnya sekalipun tak pernah putus (kecuali ketiduran hehe). Tidak perlu memaksanya, hanya dengan sedikit ajakan ia sudah beranjak shalat.  Ketangguhan shalatnya juga teruji, kini ia jadi ahli shalat subuh, hampir setiap shalat subuh ia tunaikan di masjid tanpa sedikit keluhan. Inilah bintang Pertama.

Bintang kedua,  ini terkait gadget, anak kecil mana zaman kini yang gak terpapar gadget. Aiman kenal dengan semua gadget karena lingkungannya juga penuh gadget, tapi Alhamdulillah dalam sehari ia hanya menghabiskan 1 jam main gadget, khususnya nonton upin-ipin, kartun-kartun mobil, dll dari jam 5 hingga jam 6 pagi. Sisanya ia habiskan dengan bermain yang mengasah olah tubuh. Jikapun ia main hp dan ibunya hanya selewat saja lihat-lihat foto-foto/ video ia dan adiknya.

Bintang ketiga, ia cenderung menjadi anak sensing, sangat sensitif mungkin bawaan bapaknya. Rasa kepekaannya tinggi ya untuk usianya. Ini memang kami bentuk juga untuk turut rasa dalam melihat sekitar. Kenapa gadeget dibatasi hanya 1 jam, karena rupanya anak-anak terpapar gadget akan cenderung hilang rasa, lamban merespon dan cuek. Sering ia bilang “Abi kasian ikan ini mati” atau “dari tadi ayam kelaparan”, atau “Orang-orang kok buang sampahnya di depan rumah nenek”, dan aneka kalimat lain yang merupakan respon terhadap kondisi lingkungan.

Bintang keempat, ia amat sayang adiknya aisyah. Pada mulanya banyak teman istri yang bilang hati-hati dengan perubahan sikap anak pertama jika sudah punya adik, ia akan iri, dan sebagainya. Namun Alhamdulillah tidak ada yang berubah dengan Aiman. Istri memang fokus ke asiyah, dan saya fokus ke Aiman, mulai dari tidur, mandi, dan segala aktifitas lainnya. Alhamdulillah ia sedikitpun ia tidak pernah menggagnggu, iseng ataupun usil dengan adiknya. Yang ada adalah sebisa-bisa melindungi adiknya. Memang Aiman rewel saat adiknya digendong orang lain, karena ia merasa Aisyah adalah miliknya.

Banyak bintang lain sebetulnya, yang itu semua anugerah dari Allah. Satu tekad kami adalah agar bisa menjaga, merawat dan membesarkan titipan Allah sebaik mungkin. Anak adalah warisan sesungguhnya, sebagaimana senyum ibu saya kini adalah senyum menyaksikan anak-anaknya yang tumbuh dewasa. Dan senyum kami kelak adalah menyaksikan Aiman dan adiknya yang kelak sepenuh hati berbakti pada orang tua, menjadi anak-anak sholeh dan solehah dipayungi akhlak mulia. Selamat ulang tahun nak, jalanmu masih sangat panjang :).

Leave a Reply

Sketsa