Diberdayakan oleh Blogger.

Packing Tas Paling Ringkas


posted by rahmat rahmatullah on

No comments


Hal yang selalu tak sejalan antara saya dan istri adalah urusan packing tas hehe… Istri biasanya agak ogah-ogahan kalau diminta tolong disiapkan kebutuhan jikalau saya akan melakukan perjalanan, karena sudah hapal serapih-rapih ia siapkan akan saya ‘obrak-abrik’ dan sortir sebanyak mungkin. Sebagai jalan tengah kini istri hanya akan menumpuk pakaian dan perlengkapan diatas meja atau kasur selanjutnya dia menyerahkan urusan kepada saya hehe.

Sebagaimana dua minggu kedepan saya berkesempatan ‘belajar’ di Yogyakarta, dan seperti biasa saya mempertimbangkan bagaimana mengakomodasi perlengkapan kebutuhan selama 14 hari terlebih harus membawa laptop, mengingat istri menjuluki saya orang aneh: anti bagasi, anti koper, anti tas gede. Jatuhlah pilihan menggunakan dua tas; tas laptop selempang dan tas baju yang bisa di dorong. Istri menangkap jika saya belum puas karena ‘ngeh’ saya gak suka bawa tas yang bisa di dorong karena rangkanya saja sudah kaku dan berat, ditambah potensi masuk bagasi jadi besar ‘ribet’ harus nunggu tas berputar-putar dulu.


Sehari sebelum berangkat saya minta istri untuk keluarkan seluruh gody bag yang agak besar sebagai jalan alternatif. Akhirnya plan awal batal. Tas saya bongkar dan finalnya kembali menggunakan tas backpack Eiger 22 L ditambah Godybag burung hantu kesukaan Aisyah. Istri tak berkutik melihat kelakuan saya dan curiga “Ah pasti disortir lagi”, saya bilang tenang gak akan ada yang berkurang, dan simsalabim semua muat: 8 kemeja/batik, 7 kaos, 3 celana panjang/jeans, 3 celana pendek, 1 training, sajadah, sarung, daleman hehe, perlngkapan mandi, sandal kulit, buku tebal, map, charger laptop dan HP, topi, botol minum, power bank, kopi-kopi sachet dan aneka printilan kecil. Sisanya sepatu, sweater dan jeans saya kenakan. Istri hanya ‘melongo’ melihat hasil packing yang rupanya semua muat. Saya hanya bilang ‘nge-pack’ itu seni melipat dan memudahkaan diri, apalagi ‘laki-laki’ mau bawa apa sih hehe. Terus istri komentar “emang gak malu laki-laki bawa gody bag burung hantu”, saya jawab“yang penting fungsinya, bisa jadi bantal, malu itu kalau gak pake baju”

Pada akhirnya orang rumah curiga “Orang ini emang gak niat beli oleh-oleh”, hehe saya berkelit “Tenang kan terselip gody bag parasut polkadot” buat bungkus oleh-oleh baju kotor.


Leave a Reply

Sketsa