Diberdayakan oleh Blogger.

Doa Abah dan Mamak


posted by rahmat rahmatullah on

1 comment


Minggu ini usiamu genap empat bulan dalama kandungan mamakmu… Saat Allah meniupkan ruh kehidupan pada ragamu. Nak, doa-doa tak henti abah dan mamak tuturkan, ayat Al-Quran juga kami lantunkan, agar kelak kau terlahir sehat lahir maupun batin, menjadi orang yang memiliki kebeningan hati, agar kau bisa melanjutkan apa-apa yang sudah dilakukan kakek nenek dan abah mamakmu.

Nak, abah tau walau dalam kandungan kau mulai mendengar, merekam dan merasakan apa yang terjadi di luar perut ibumu atas kuasa Tuhanmu… Abah berdoa agar yang kau dengar, rekam dan rasakan itu semata-mata kebaikan.

Nak, mungkin kau juga tau, saat ini abah dan mamak mulai mendidik dan menjagamu…kami memulainya dengan menjaga asupan makanmu dari rizki yang kami betul-betul jaga kehalalannya. Ketika abah pulang bekerja membawa uang, mamakmu selalu bertanya dan memastikan uang ini dari mana, siapa yang memberi… Jika jelas halal dan thayib mamakmu baru berani membelanjakannya.

Nak, kau juga sering mendengar obrolan abah dan mamak terkait kondisi zaman, lebih sulit berbuat baik darpada berbuat buruk, sulitnya berkata benar, sulitnya bersikap jujur, sulitnya berbuat amanah. Abah dan mamak selalu memutuskan jalan yang sulit itu walaupun pedih dan kadang terasing, itu kami lakukan demi dirimu, agar kelak kau menjadi anak yang tegas dalam memilih kebajikan.

Nak, dikala mamamu menyaksikan tontonan TV atau lingkungan yang kurang layak, yang memperlihatkan gaya hidup mewah, mempertontonkan kekerasan, yang mempertontonkan politikus nir tauladan. Abah sengaja matikan TV dan alihkan pada tontonan yang menuntun, karena kami tidak mau sejak dalam kandungan kau merekam segala ketidakpatutan.

Nak, abah sedang mengajarkanmu kerja keras dan tauladan…kau pasti tau abah menolak amplop-amplop yang tidak jelas sumbernya di kantor, dan hanya mengambil apa yang menjadi hak abah…kau tahu saban sore dan malam abah mencari rizki dari mengajar, tujuannya agar idealisme abah tetap terjaga, agar rizki yang kau makan jelas dari hasil cucuran keringat. Dalam hari-harimu di perut mamakmu, kau tahu saban malam abah begadang menuntaskan sekolah, kesana kemari menuntaskan penelitian akhir, pulang pergi depok-serang menuntaskan bimbingan, dan dalam satu waktu abah harus membagi pada empat pikiran, untumu dan mamakmu, untuk kantor, untuk mengajar dan untuk sekolah abah… semua abah lakukan bukan untuk abah semata-mata, tapi untukmu nak… biar kau tahu makna kerja keras, biar kau tahu makna pantang menyerah, biar kau tahu pentingnya ilmu, biar kau bisa menghargai…bukan untuk jumawa, tetapi untuk semakin membuat kau rendah hati.

Nak kau dititipkan dalam perut mamakmu, kau adalah amanah terbesar dari Allah… menyadari itu, mamakmu berusaha keras menjagamu, dengan perangai yang lembut, dengan kata yang santun, dengan pergaulan yang terjaga, dengan senantiasa melaskanakan ketaatan pada Tuhan-mu. Karena perangaimu kelak adalah apa yang kau rekam dari perangai abah mamakmu sejak kau dalam kandungan.

Nak Abah dan mamak berharap padamu…kelak jikalau kau dititipkan umur panjang, jadilah pribadi shalih, yang sesuai antara laku dan kata, jadi pribadi yang jujur bersahaja dan pantang mengeluh, jadi pribadi yang santun dan lembut terhadap kawan ataupun lawan. Jikalau kelak kau jadi penguasa, janganlah pernah sekalipun kau meminta tapi diminta atas dasar kepercayaan dan kecintaan orang-orang padamu. Jikalau kelak kau kaya harta…tetaplah kau bersahaja sebagaimana Rasulmu.

Maafkan abah dan mamak, jika belum sepenuhnya menjadi contoh yang baik buat dirimua.

Doa Abah dan Mamak saaat kau berusia empat bulan dalam kandungan.***

1 comment

Leave a Reply

Sketsa